Minggu, 19 Juli 2020

💦💦 Semua Makhluk Bertasbih Kepada Allah


Allah Subhanahu Wa ta'ala berfirman dalam Qur'an Surat Al Isra ayat 44:
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمٰوٰتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ 
(Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah) Yakni dan semua makhluk-makhluk yang berakal seperti malaikat, manusia, dan jin
. وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ
(Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya) Yang meliputi segala sesuatu, apapun itu; sebab seluruh makhluk mengakui bahwa Allah adalah Sang Pencipta yang Maha Kuasa.

Terdapat pendapat dari beberapa ulama bahwa tasbih tersebut adalah tasbih yang sebenarnya yang dilafadzkan oleh seluruh makhluk, namun manusia tidak dapat mendengar atau memahaminya.

Imam Bukhari, Imam Muslim, dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: suatu hari seekor semut menggigit seorang Nabi, lalu Nabi tersebut memerintahkan agar membakar satu koloni dari semut tersebut. Maka Allah mewahyukan kepada-Nya: “apakah karena satu ekor semut kamu membakar satu umat yang senantiasa bertasbih?”

 وَلٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ 
ۗ( tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka) Yakni kalian tidak memahami apa yang dikatakan oleh benda-benda mati. Terdapat pendapat mengatakan bahwa kalimat ini ditujukan bagi orang-orang kafir yang tidak mau mengambil pelajaran dari sesuatu.
 إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا
(Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun) Bagian dari kelembutan-Nya adalah dengan tidak menyegerakan siksaan bagi kalian. Dan bagian dari ampunan-Nya adalah Allah tidak menyiksa orang yang telah bertaubat.

Sumber : tafsirweb.com

Senin, 20 Juli 2020
Bidang Pembinaan Karakter STID Mohammad Natsir Kampus Putri

Tinggi Cita-Cita


Salah satu karakteristik ahlussunah wal jama'ah adalah memiliki cita cita yang tinggi yaitu cita cita dalam menuntut ilmu dan menyampaikan kepada orang lain. Mereka meraih cita cita mereka dengan semangat yang tak pernah kendur, tekat yang tidak pernah berbelok dan jiwa yang pantang menyerah. Sehingga Allah memelihara agama ini melalui kerja keras mereka.

Quote by @Dewi Malinda
Presentasi Ilmu Tauhid 20 Juli 2020

Salah Satu Karakteristik Ahlus Sunnah Wal Jama'ah


Presentasi Online Ilmu Tauhid 20 Juli 2020

Kamis, 16 Juli 2020

Syukur




Presentasi Online Tazkiyatun Nafs 
Yogyakarta, Jum'at 17 Juli 2020

Syukur Secara Istilah


                                                                                   
 1. Bersyukur dengan hati, yaitu dengan meyakini bahwa seluruh nikmat bersumber dari Allah subahnahu wa ta’ala. Allah berfirman, “ Segala nikmat yang ada pada diri kalian (datangnya) dari Allah (QS. An-Nahl: 53)*

Tugas hati dalam bersyukur kepada Allah adalah mengakui dan meyakini bahwa nikmat tersebut semata-mata datangnya hanya dari Allah subhanahu wa ta’ala saja, dan bukan dari selain-Nya. Meskipun bisa jadi nikmat kita dapatkan melalui teman kita, bekerja, atau lainnya, semuanya itu hanyalah perantara untuk mendapatkan nikmat. Kita juga harus mencintai Allah yang telah memberikan semua nikmat itu kepada kita. Selain itu, kita harus meniatkan untuk menggunakan nikmat itu di jalan yang Allah ridhai.

2. Bersyukur dengan lisan, yaitu dengan memperbanyak mengucapkan hamdalah sebagaimana perintah Allah subhanahu wa ta’ala, “Katakanlah: Alhamdulillah (segala puji bagi Allah).” (QS. Al- Isra: 111 dan QS. An-Naml: 93)*

Karena lisan diberi tugas untuk memuji dan menyanjung Dzat yang telah memberikan nikmat tersebut kepada kita.

3. Bersyukur dengan anggota badan, yaitu mempergunkan nikmat Allah untuk ketaatan pada-Nya, bukan untuk berbuat maksiat. Syukur jenis ini amatlah berat, sehingga hanya segelintir hamba-Nya saja yang mengamalkannya.. Dan sedikit sekali di antara para hamba-Ku yang bersyukur. (QS. Saba: 13)

Karena tugas dari anggota badan adalah menggunakan nikmat tersebut untuk mentaati Dzat yang kita syukuri serta menahan diri agar tidak menggunakan kenikmatan itu untuk bermaksiat kepada-Nya.             Sumber: republika.co.id
Matkul Tazkiyatun Nafs

⏰Jangan Lupa Al Kahfi Time


Nasihat diri💦

⏰Jangan Lupa Al Kahfi Time

Keutamaan Surat Al Kahfi sungguh luar biasa.
Berikut ini 3 keutamaan Surat Al Kahfi yang menakjubkan dan perlu diketahui.

1. Dipancarkan cahaya di hari kiamat
Orang yang membacanya akan dipancarkan cahaya di hari kiamat.

Seorang muslim yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jumat atau hari Jumat, Allah akan memancarkan cahaya baginya kelak di hari kiamat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya antara dirinya hingga baitul Atiq” (HR. Al Hakim, Al Baihaqi dan Ad Darimi; shahih)

مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ كَمَا أُنْزِلَتْ ، كَانَتْ لَهُ نُوْرًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa membaca surat Al Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka ia akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat” (HR. Hakim dan ia menshahihkannya)

2. Mendapat petunjuk dan bimbingan Allah
Bahkan cahaya itu tidak hanya di hari kiamat, namun juga akan diturunkan di dunia. Yakni mendapatkan petunjuk dan bimbingan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dengan keutamaan surat Al Kahfi ini, teranglah langkah hidup bagi orang yang membaca Surat Al Kahfi di malam Jumat. Sebab Allah memberinya cahaya hingga Jumat berikutnya.

إِنَّ مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ يَوْمَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

“Sesungguhnya barangsiapa membaca surat Al Kahfi di hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya baginya antara dua Jumat” (HR. Hakim dan ia menshahihkannya)

3. Diampuni dosanya antara dua Jum’at
Orang yang membacanya di hari Jumat insya Allah akan mendapatkan ampunan antara dua Jumat.

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al-Tarhib)

📌Sumber : bersamadakwah.net

Kamis, 9 Juli 2020
Bidang Pembinaan Karakter STID Mohammad Natsir Kampus Putri

Mengingat Nikmat dengan Syukur


                                                                          💦Renungan Diri ini💦                                                                                                   
Mampukah kita menghitung nikmat-nikmat Allah Ta’ala yang telah kita dapat hingga saat ini? Tentulah, TIDAK! Menghitung jumlah nikmat dalam sedetik saja kita tidak mampu, terlebih sehari bahkan selama hidup kita di dunia ini. Tidur, bernafas, makan, minum, bisa berjalan, melihat, mendengar, dan berbicara, semua itu adalah nikmat dari Allah Ta’ala, bahkan bersin pun adalah sebuah nikmat. Jika dirupiahkan sudah berapa rupiah nikmat Allah itu? Mampukah kalkulator menghitungnya? Tentulah, TIDAK! Sudah berapa oksigen yang kita hirup? Berapa kali mata kita bisa melihat atau sekedar berkedip? Sampai kapan pun kita tidak akan bisa menghitungnya. Sebagaiman Allah Ta’ala berfirman,
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An Nahl: 18)
         Lalu, apakah yang harus kita lakukan setelah kita mendapatkan semua nikmat itu? Bersyukur atau kufur? Jika memang bersyukur, apakah diri ini sudah tergolong hamba yang mensyukuri nikmat-nikmat itu?                                                                                                                    
   Karena itu, kita Perlu mengetahui bagaimana cara bersyukur kepada Allah Ta’ala dan bagaimana tata cara merealisasikan syukur itu sendiri. Ketahuilah bahwasannnya Allah mencintai orang-orang yang bersyukur. Hamba yang bersyukur merupakan hamba yang dicintai oleh Allah Ta’ala. Seorang hamba dapat dikatakan bersyukur apabila memenuhi tiga hal:
1. Hatinya mengakui dan meyakini bahwa segala nikmat yang diperoleh itu berasal dari Allah Ta’ala semata, sebagaimana firman Allah Ta’ala :
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53)
2. Lisannya senantiasa mengucapkan kalimat Thayyibbah sebagai bentuk pujian terhadap Allah Ta’ala
Hamba yang bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah hamba yang bersyukur dengan lisannya. Allah sangat senang apabila dipuji oleh hamba-Nya. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji Allah Ta’ala.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11)
3. Menggunakan nikmat-nikmat Allah Ta’ala untuk beramal shalih
Sesungguhnya orang yang bersyukur kepada Allah Ta’ala akan menggunakan nikmat Allah untuk beramal shalih, tidak digunakan untuk bermaksiat kepada Allah. Ia gunakan matanya untuk melihat hal yang baik, lisannya tidak untuk berkata kecuali yang baik, dan anggota badannya ia gunakan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

                                                                       Sumber : muslimah.or.id                                                                                                                                               Jum'at 17 Juli 2020                                                                                                                           
   Tazkiyatun Nafs

Rabu, 15 Juli 2020

الصبر


Kesabaran kunci keberhasilan
jalan menuju kemenangan,
Allah puny.a rencana yakinlah apa yang terjadi pada diri kita adalah kehendak-Nya 
rencana allah pasti terbaik ...
diri ini terkadang sedih ...bukankah begitu?

al baqarah 286
sabar perintah Allah...

al kahf
penjelasan kpd kita seusungguhnya kami menjadikan apa yang di bumi ini mnjd perhiasan agar kami menguji siapa yang terbaik..untuk menjadi yang terbaik perlu diuji..

tingkat keimanan dan ketakwaan prestasi terbesar dihadapan Allah ..
Mari kita buang "sabar ada batasnya"
Allah selalau menghendaki kebaikan
bersyukur saat ditimpa musibah..karena allah ingin menaikkan ke derajat yang tinggi
jangan anggap musibah adalah masalah bagi kita..
Allah sedang peduli saat diri ini ditimpa musibah

kesabaran dalam melakukan kebaikan adalah suatu keniscayaan
kesabaran saat melakukan musbibah adalah kelaziman yang dilakukan manusia

dengan kesabaran akan didapat kemenangan
dengan kesabaran iman dan keyakinan akan semakin kokoh
pertolongan allah semakin dekat

bersabarlah dalam melakukan kebaikan walau sekecilpun..
bersabarlah dalam menghadapi kehidupan

sabar itu indah dan tak ada ujungnya..

Catatan Pagi, 07.47
Yogyakarta Kamis, 16 Juli 2020

Be patient and strong sist !

Yah beginilah kehidupan tak selamanya manis tak seindah yang diinginkan dan diharapkan...                        Ujian dan cobaan itu sudah pasti kan ya :)                                              
Allah tau yang terbaik...                                                                            
banyak sisi yang terkadang tak dimengerti..                                            
Tak luput dr seorang manusia yang khilaf..                                            
saling mengingatkan, menebar kebaikan dan menegur kala salah adalah hal yang harus terus berjalan...   
           
Pernah juga kudengar sebuah kisah realita di kehidupan sebuah keluarga ..kala seseorang akan mendapatkan keberhasilan ia banyak dicaci bahkan dihina, dijauhkan sekalipun, namun setelah sekiaan lama Keluarga tersebut mendapatkan kebahagiaan yang sangat luar biasa,yang tak pernah terduga sekalipun                          
Dan kita gak pernah tau amalan mana yang diterimanya nantinya..                 
Semoga Kita semua selalu dalam naungan dan keberkahan-Nya:)                
Semoga kita selalu bisa berbuat baik buat semua orang dan menjaga husudzan diri, memang sungguh berat..that's right! :)

and ujian itu,,..                                                                                      berat ya!!!                                                                               
semoga kita semua diberikan kesabaran ketabahan dan kekuatan dalam menjalani langkah kehidupan ini...    
dan ujian ini yang kita rasakan belum seberapa dengan orang lain. yang lebih besar ujiannya...                        
ujian realita kehidupan akan lebih besar..                                                                                             
ibu ana pernah bilang nak ketika kau mendapatkan ujian itu adalah salah satu cara latihan untuk menempa kehidupan suatu saat nanti...                                                                                     
Saling mendoakan dalam kebaikan🙂

Sejatinya apa yang kukatakan adalah nasihat diri ini :"
Coretan Sore, 14 Juli 2020

Selasa, 07 Juli 2020

Puisi "Kepingan Hati"

Kepingan Hati

 Karya: Pena Mujahidah


Kala gundah menyergap

Melahap halus nan perlahan

Meluluh lantahkan segenap rasa

Dalam relung terdalam

 

Hancur…

Remuk…

Kian menjadi kepingan

Yang lemah bak tiada asa

 

Ya Rabb…

Bimbing daku ini

Tak dapat berkata

Tak dapat berbuat

Tak berdaya tanpa-Mu


Puisi "Asa Tertuju Pada-Nya"

Asa Tertuju pada-Nya

Yogyakarta, 11 Juni 2020

 

Dalam segenap asa

Terlontar deraian kata

Membumbung dalam gerak

Mengobarkan semangat gerilya

 

Tengadahkan doa

Ucapkan kata makna

Asa tertuju pada-Nya

Dengan harap nan sungguh

 

Janganlah sampai lalai

Dalam nista dan durhaka

Menyebut asa

Selain kepada-Nya

 

 

 

 

 

 

 

 


Puisi "Pahlawan Covid-19"

Pahlawan Covid-19

Yogyakarta, 28 Mei 2020

 

Pria dan wanita itu

Tegap kokoh berdiri

Segenap raga dikerahkannya

Tanpa kenal letih

 

Meskipun

Guratan sayat rindu keluarga

Pakaian putih gagah membungkus erat tubuhnya

Namun kobaran semangat

Tak pernah padam

 

Barisan terdepan

Mengawal ribuan warga

Mengorbankan raga bahkan nyawa

Merekalah pahlawan covid-19

Tanpa tanda jasa

 

 

 


Puisi "Gelora Rindu"

Gelora Rindu

 Karya : Pena Mujahidah


Teriakan kelu menerawang

Menghempas rasa yang tercabik-cabik

Merintih lara dalam himpitan

Tak bergerak bahkan membisu

 

Deraian air mata kesenduan

Menemani hari nan sunyi

Diam nan kelu

Tak kunjung tersampaikan

 

Ku hamparkan sajadah putih

Wajah tersungkur bersujud

Limpahan akan segala rasa

Dalam kerinduan yang menggelora